Home Gallery Foto Sitemap Contact Us
Home » Blog » Ekbis » UPTP3TKI Surabaya Terima 704 Pengaduan TKI

UPTP3TKI Surabaya Terima 704 Pengaduan TKI

Post: Selasa, 26 Maret 2013 - 17:31:02 WIB - In: Ekbis - Dilihat: 422 kali

tidak ada bintang comment 0 suka 0 tidak suka 0increase font decrease font share via addthis
UPTP3TKI Surabaya Terima 704 Pengaduan TKI
Ilustrasi Call Center (BNP2TKI)

SURABAYA (sindopos) - Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPTP3TKI) Surabaya dari Januari sampai Desember 2012 menerima 704 pengaduan permasalahan TKI. Sebagian besar pengaduan dari TKI yang bekerja di Hong Kong sebanyak 264 orang, kemudian disusul TKI yang bekerja di Singapura 181 orang, Taiwan 220 orang, Malaysia 33 orang, Brunei Darussalam 5 orang, dan Macau seorang.

Kepala Seksi Perlindungan dan Evaluasi UPTP3TKI Surabaya Riyanto di ruang kerjanya di Surabaya, Senin kemarin mengatakan, sebanyak 704 pengaduan itu yang terjadi melalui kedatangan TKI di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. Sedangkan pengaduan permasalahan TKI melalui Crisis Center di UPTP3TKI Surabaya dari Januari sampai Desember 2012 sebanyak 80 pengadu yang meliputi TKI yang bekerja di Taiwan 24 orang, Malaysia 20 orang, Hong Kong 16 orang, Singapura 7 orang, Arab Saudi 6 orang, Yordania 2 dan lain-lain masing-masing 2 orang, serta Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) dan Trinidad masing-masing seorang.

"Pengaduan permasalahan TKI yang ditangani UPTP3TKI Surabaya terdapat dua macam, yakni di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo yang dilakukan langsung berdasarkan pengaduan TKI pada saat datang dari bekerja di luar negeri, dan pengaduan melalui Crisis Center di UPTP3TKI Jalan Jagir Wonokromo Surabaya," kata Riyanto.

Riyanto menambahkan, UPTP3TKI Surabaya - selaku unit teknis BNP2TKI yang dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur - secara terus menerus berupaya memberikan pelayanan maksimal terhadap penanganan kasus yang dihadapi calon TKI/TKI di Jawa Timur. "Pelayanan cepat, mudah, dan aman merupakan moto dari pelayanan terhadap TKI yang dilakukan UPTP3TKI Surabaya. Kami melakukan pelayanan demikian itu sesuai arahan dari BNP2TKI yang diamanatkan didalam Undang Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri," katanya.

Riyanto menjelaskan, banyaknya pengaduan permasalahan TKI yang bekerja di Hong Kong, Singapura, Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Macau dibandingkan dengan permasalahan TKI yang bekerja di negara-negara kawasan Timur Tengah, karena sejauh ini calon TKI/TKI dari Jawa Timur masih memfavoritkan bekerja di negara-negara kawasan Asia Pasifik (Aspac). "Jadi cukup wajar bila pengaduan permasalahan TKI yang ditangani UPTP3TKI Surabaya banyak berasal dari TKI yang bekerja di negara-negara kawasan Aspac dibanding TKI yang bekerja di negara-negara kawasan Timur Tengah," jelas Riyanto.

Riyanto menambahkan, pengaduan permasalahan TKI yang diterima UPTP3TKI Surabaya terdiri dari pengaduan langsung, pertelepon, SMS, dan melalui surat. Pengaduan paling banyak yang datang langsung dan pertelepon, sedangkan SMS dan melalui surat sebagian kecil saja.

Berdasarkan jenis pengaduan, terbanyak karena pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak kerja, bermasalah dengan users (pengguna atau majikan), pulang belum habis kontrak kerja, melarikan diri dari pengguna atau majikan, dokumen ditahan PPTKIS, serta sebagian kecil karena pelecehan seksual dan tindak kekerasan oleh pengguna atau majikan



Sumber : bnp2tki

Baca Juga
  • BNP2TKI Diharapkan Buka Pelayanan di Flores Timur
  • Kepala BNP2TKI: Intervensi Negara Cegah 'Trafficking' Dalam Proses Migrasi
  • BNP2TKI Rencanakan Buka BP3TKI Sumbar dan Lampung
  • Mayoritas TKI Memilih Pulang Melalui Jalur Pemerintah
  • Komentar

    Jadilah orang pertama yang menulis komentar dengan mengisi form dibawah ini

    Nama
    Website
    Email
    Rating 1 2 3 4 5
    Komentar
    Key Codekode captcha
    Kode